Selasa, 27 Mei 2014

BATAN Gandeng FTI ITS Kembangkan Baterai

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk pertama kalinya bekerjasama dengan Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITS untuk mengembangkan baterai. ITS dinilai memiliki kecukupan sumber daya manusia yang kompeten untuk meneliti baterai. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pun dilakukan, Selasa (20/5). Prof Dr Evvy Kartini yang menjadi perwakilan BATAN menuturkan baterai menjadi material yang sangat penting dewasa ini. Hal itu diutarakannya lantaran hampir seluruh peralatan elektronik membutuhkan baterai sebagai sumber energi. Mulai dari telepon seluler, komputer, hingga baterai untuk mobil dan alat transportasi lainnya.

Menurut Evvy, selama ini penelitian terhadap baterai belum berkembang dengan baik di Indonesia. Hanya ada satu produsen baterai di Indonesia, sehingga Indonesia selalu memasok kebutuhan baterai dari negara lain. ''Indonesia jangan hanya menjadi user, kita harus memanfaatkan potensi yang ada di alam kita,'' ujarnya mantap.

Peneliti Utama BATAN ini menuturkan, BATAN memiliki fasilitas penelitian untuk baterai yang sangat memadai, bahkan beberapa di antara peralatan tersebut merupakan satu-satunya berada di Indonesia. Namun, BATAN tidak memilki peneliti muda yang produktif. ''Kebanyakan dari mereka sudah berumur, kami melihat potensi doktor-doktor ITS yang baru menyelesaikan studi dari Australia,'' tutur wanita yang memiliki jabatan profesor riset ini.

Keadaan yang dialami BATAN ini pun dijawab oleh Dekan FTI ITS, Dr Bambang Lelono Widjiantoro ST MT. Menurut Bambang, ITS belum memiliki peralatan laboratorium yang memadai untuk penelitian di bidang baterai seperti yang dimiliki BATAN. Sehingga tidak banyak mahasiswa yang mengambil penelitian di bidang baterai.

Dari pertemuan yang juga dihadiri oleh ahli baterai ITS, Dr Lukman Noerochim ST MSc MEng dan Nur Laili Hamidah MSc, ITS dan BATAN telah menyusun action plan dan beberapa target tertentu untuk beberapa tahun ke depan. Di antaranya mahasiswa ITS bisa belajar dan melakukan penelitian di BATAN. Selain itu, ITS dan BATAN juga berencana mempublikasikan jurnal internasional secara bersama-sama.

Tak hanya itu, kedua belah pihak juga berencana menciptakan produk baterai. ''Sehingga Indonesia memilki baterai unggul yang diproduksi di dalam negeri,'' ucap Evvy. BATAN juga berencana mengajak pakar-pakar ITS untuk berkolaborasi dalam acara tahunan BATAN, yaitu International Conference on Mathematical Science and Technology (ICMST).

Ke depan ITS dan BATAN juga berencana menginisiasi kegiatan Battery School untuk memperkenalkan teknologi baterai kepada generasi muda. Kerjasama di bidang baterai ini menurut Bambang juga dapat diterapkan dalam proyek Mobil Litrik Nasional (Molina), di mana kedua belah pihak fokus dalam meneliti kebutuhan baterainya. 
 
Sumber : https://www.its.ac.id/berita/13617/en

Panitia Umumkan Rekapitulasi SNMPTN 2014 : Jawa Timur Berada di Posisi Teratas


Setelah melakukan proses seleksi selama kurang lebih 2 bulan, Tim seleksi SNMPTN 2014 menggelar Konferensi Pers pada Senin (26/05/14) bertempat di Ruang Rapat Utama Lantai 3 Gedung D Dikti Kemendikbud, Jalan Raya Jend Sudirman Pintu I, Senanyan Jakarta pukul 15.00 WIB. Rapat yang dihadiri oleh Prof. Dr. Ganjar Kurnia, DEA sebagai ketua umum SNMPTN dan SBMPTN ini memaparkan bahwa hasil seleksi dapat dilihat secara online pada Selasa (27/05/14) di situs resmi SNMPTN 2014 dan PTN penyelenggara, kemudian secara offline pada Rabu (28/05/14).

"Dari 861.367 siswa SMA seluruh Indonesia yang mengikuti Ujian Nasional (UN), sebanyak 579.028 siswa mendaftar SNMPTN tahun ini atau sekitar 67,2%" ujar Ganjar Kurnia pada saat rapat berlangsung.Sementara itu, dari 151.164 siswa MA yang lulus sejumlah 84.916 siswa ikut mendaftar dan dari siswa SMK sebanyak 388.131, sekitar 113.592 siswa yang ikut mendaftar SNMPTN 2014. Tahun ini, panitia seleksi SNMPTN telah menerima 777.536 pelamar dari SMA/SMK dan MA.

Sementara daya tampung calon mahasiswa untuk SNMPTN 2014 berjumlah 133.406 orang. Dari keseluruhan total yang diterima, sebanyak 118.898 peserta diterima di PTN pilihan pertama atau sekitar 15.30% dan sebanyak 6.508 peserta diterima di PTN pilihan kedua atau sekitar 0.84%.

Pada SNMPTN kali ini. Seleksi dilakukan berdasarkan 3 komponen utama. Pertama indeks prestasi sekolah asal, kedua yaitu evaluasi rapor dan prestasi lainnya, dan ketiga adalah nilai murni ujian nasional. "Sehingga untuk SNMPTN tahun ini, walaupun daya tampungnya cukup banyak, namun harus memenuhi kriteria penilaian dari 3 kategori tersebut," papar Ganjar.

Dari 34 provinsi di Indonesia, persebaran siswa yang diterima pada SNMPTN mayoritas berasal dari Provinsi Jawa Timur dengan jumlah 19.215 peserta. Di posisi kedua di duduki oleh Provinsi Jawa Tengah mencapai 13.477 peserta, dan di posisi ketika di duduki oleh Provinsi Jawa Barat mencapai 10.110 peserta. Sedangkan untuk di luar jawa, Sumatera utara menduduki peringkat ke-empat sebagai 10 besar Provinsi yang banyak di terima di SNMPTN yaitu sebanyak 9.114 peserta.

Program studi yang berkecimpung dalam bidang ekonomi dan sosial rupanya masih menjadi jurusan favorit siswa peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2014. Terbukti dengan bercokolnya jurusan manajemen sebagai program studi dengan peminat tertinggi sebanyak 144.374, dilanjutkan dengan program studi Akuntansi di peringkat kedua sebanyak 110.851. Teknik Informatika, Ilmu Komputer, Teknologi Informasi, dan Sistem Informasi menjadi prodi terpopuler setelah Manajemen dan Akuntansi di peringkat ketiga sebanyak 97.775 peserta.

"Melihat kondisi itu, bukan berarti untuk program studi lain sepi peminat atau tak ada yang berminat. Karena data ini hanya dilihat berdasarkan peminat siswa yang ikut SNMPTN. Walaupun banyak yang mengatakan jurusan teknik susah, bukan berarti tak ada yang memilih jurusan tersebut," tutur Ganjar. "Kemungkinan siswa SMA yang ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) malah lebih berminat ke jurusan lain," sambungnya.

Karena SNMPTN merupakan seleksi jalur rapor yang bersifat non tes, bukan berarti ini merupakan jalur satu-satunya untuk menuju PTN yang ingin di capai. Melihat tingkat persaingan yang begitu besar pasti ada yang lolos dan juga ada yang tidak lolos. "Bagi yang tidak lolos, ada pilihan jalur lain yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dan Jalur seleksi Mandiri," ujar Erik (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika 2013).
 
 Sumber : http://www.itb.ac.id/news/4372.xhtml

10 Kampus Penerima Peserta SNMPTN Terbanyak!

SNMPTN 2014.

Universitas Brawijaya di Malang menjadi penerima calon mahasiswa melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) terbanyak. Unibraw menerima sekitar 6.056 calon mahasiswa baru.

Ketua Panitia SNMPTN Ganjar Kurnia mengatakan, penerimaan mahasiswa melalui seleksi masuk SNMPTN, sekitar 50 persen dari total daya tampung seluruhnya perguruan tinggi negeri. Sementara itu, sisanya dilakukan ujian tertulis Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SMBPTN) serta ujian mandiri.

"Artinya, bila kita sepakat bahwa SNMPTN itu 50 persen, ini adalah 50 persennya (dari daya tampung seluruhnya). Jadi, nanti Brawijaya itu, selain SNMPTN, kurang lebih mereka akan menerima 6.000-an lagi," papar Ganjar, Senin (26/5/2014).

Sama halnya dengan Universitas Brawijaya, Provinsi Jawa Timur, yang menjadi lokasi perguruan tinggi itu juga menjadi provinsi penerima calon mahasiswa terbanyak. Jawa Timur menerima sekitar 19.215 calon mahasiswa.

Adapun 10 besar daftar perguruan tinggi penerima calon mahasiswa asal SNMPTN meliputi:
- Unversitas Brawijaya 6.056
- Universitas Haluoleo 4.019
- Universitas Sumatera Utara 3.746
- Universitas Diponegoro 3.706
- Universitas Riau 3.542
- Universitas Pendidikan Indonesia 3.397
- Universitas Negeri Semarang 3.372
- Universitas Gadjah Mada 3.240
- Universitas Sriwijaya 3.012
- Universitas Malikussaleh 2.832
 
Sumber : 
http://lipsus.kompas.com/snmptn2014/read/2014/05/27/1143528/Nih.10.Kampus.Penerima.Peserta.SNMPTN.Terbanyak.

Sabtu, 24 Mei 2014

Banner Palestina





Jumat, 23 Mei 2014

Bioenergi Berdampak Positif pada Ketahanan Energi, Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan


Seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi dan penduduk di Indonesia, ketergantungan terhadap energi pun semakin tinggi. Namun sangat disayangkan, masyarakat masih lebih banyak bergantung pada energi fosil seperti minyak, gas, dan batu bara , padahal cadangan energi tersebut semakin terbatas sementara energi baru terbarukan masih belum dioptimalkan.


Suasana seminar “The Role of Chemical Society in Enviromental Improvement” yang merupakan rangkaian kegiatan Chemistry Fun Days 2014 di Bale Santika Unpad Jatinangor, Kamis (22/05). (Foto oleh: Artanti Hendriyana)*

Hal tersebut disampaikan Kasubdit Keteknikan dan Lingkungan Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Edi Wibowo saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional bertema “The Role of Chemical Society in Enviromental Improvement”. Acara diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad di Bale Santika, kampus Unpad Jatinangor, Kamis (22/05).

Pada kesempatan tersebut Edi menuturkan, energi telah menjadi kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Hampir segala aktivitas menggunakan energi. Perubahan perilaku manusia yang sudah semakin modern pun menunjukkan semakin meningkatnya kebutuhan energi. “Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6-6% per tahun dengan pertumbuhan penduduk 1,1-1,2% per tahun. Kebutuhan energi nasional pun tumbuh 7-8 % per tahun,” ungkap Edi.

Edi juga mengungkapkan kondisi energi saat ini, yakni minyak sebanyak 49,7 %, gas 20,1 %, dan batu bara 24, 5%. “Energi baru terbarukan yang kita pakai untuk sumbangsihnya kepada bauran energi nasional baru 5,7%,” ungkap Edi.

Saat ini, sudah ada kebijakan terkait pengembangan energi baru terbarukan yang intinya mendorong prioritas percepatan dan pengembangan energi baru terbarukan. Diantaranya adalah kebijakan konservasi energi dan diversifikasi energi. Konservasi energi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi di sisi suplai dan pemanfaatan, dan diversifikasi energi dilakukan untuk meningkatkan pangsa energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional.

Terkait dengan bioenergi sebagai salah satu sumber energi terbarukan, banyak kelebihan yang diperoleh dibandingkan pemanfaatan energi terbarukan lainnya. Dari sisi bentuk energi final misalnya, bioenergi dapat menghasilkan energi dalam bentuk padat, cair, gas, dan listrik, sementara energi terbarukan lainnya hanya dalam bentuk listrik. Berbeda dengan kebanyakan energi terbarukan yang hanya bisa dimanfaatkan langsung di lokasi, bioenergi dapat disimpan dan ditransportasikan.

Dengan memanfaatkan bioenergi, akan memberikan dampak positif pada segi ketahanan energi, ekonomi dan sosial, serta lingkungan. “Dengan pemanfaatan bioenergi, akan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dari segi ekonomi sosial, akan membantu menghasikan tenaga kerja yang besar,” tutur Edi.

Selain Edi, turut hadir sebagai pembicara pada seminar nasional tersebut Peneliti di Bidang Komposisi Atmosfir Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Ninong Komala, Kepala Bidang Pembatasan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup RI, Agus Saefudin, dan Aktivis Lingkungan Dadan Ramdan.

Seminar nasional ini digelar sebagai bagian dari rangkaian acara Chemistry Fun Days 2014 yang digelar mulai hari ini hingga Minggu (25/05) mendatang. Ditemui di sela-sela acara, Ketua Pelaksana Chemistry Fun Days 2014, Faizky Ramadhan mengungkapkan bahwa selain seminar, juga digelar lomba cerdas tangkas kimia dan lomba karya tulis ilmiah yang diikuti oleh siswa SMA dari Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, serta lomba fotografi yang diikuti oleh peserta umum.*
Sumber  : http://www.unpad.ac.id/2014/05/bioenergi-berdampak-positif-pada-ketahanan-energi-ekonomi-sosial-dan-lingkungan/

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites