Sabtu, 24 Mei 2014

Banner Palestina





Jumat, 23 Mei 2014

Bioenergi Berdampak Positif pada Ketahanan Energi, Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan


Seiring dengan tingginya pertumbuhan ekonomi dan penduduk di Indonesia, ketergantungan terhadap energi pun semakin tinggi. Namun sangat disayangkan, masyarakat masih lebih banyak bergantung pada energi fosil seperti minyak, gas, dan batu bara , padahal cadangan energi tersebut semakin terbatas sementara energi baru terbarukan masih belum dioptimalkan.


Suasana seminar “The Role of Chemical Society in Enviromental Improvement” yang merupakan rangkaian kegiatan Chemistry Fun Days 2014 di Bale Santika Unpad Jatinangor, Kamis (22/05). (Foto oleh: Artanti Hendriyana)*

Hal tersebut disampaikan Kasubdit Keteknikan dan Lingkungan Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Edi Wibowo saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional bertema “The Role of Chemical Society in Enviromental Improvement”. Acara diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad di Bale Santika, kampus Unpad Jatinangor, Kamis (22/05).

Pada kesempatan tersebut Edi menuturkan, energi telah menjadi kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Hampir segala aktivitas menggunakan energi. Perubahan perilaku manusia yang sudah semakin modern pun menunjukkan semakin meningkatnya kebutuhan energi. “Perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 6-6% per tahun dengan pertumbuhan penduduk 1,1-1,2% per tahun. Kebutuhan energi nasional pun tumbuh 7-8 % per tahun,” ungkap Edi.

Edi juga mengungkapkan kondisi energi saat ini, yakni minyak sebanyak 49,7 %, gas 20,1 %, dan batu bara 24, 5%. “Energi baru terbarukan yang kita pakai untuk sumbangsihnya kepada bauran energi nasional baru 5,7%,” ungkap Edi.

Saat ini, sudah ada kebijakan terkait pengembangan energi baru terbarukan yang intinya mendorong prioritas percepatan dan pengembangan energi baru terbarukan. Diantaranya adalah kebijakan konservasi energi dan diversifikasi energi. Konservasi energi dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi di sisi suplai dan pemanfaatan, dan diversifikasi energi dilakukan untuk meningkatkan pangsa energi baru dan terbarukan dalam bauran energi nasional.

Terkait dengan bioenergi sebagai salah satu sumber energi terbarukan, banyak kelebihan yang diperoleh dibandingkan pemanfaatan energi terbarukan lainnya. Dari sisi bentuk energi final misalnya, bioenergi dapat menghasilkan energi dalam bentuk padat, cair, gas, dan listrik, sementara energi terbarukan lainnya hanya dalam bentuk listrik. Berbeda dengan kebanyakan energi terbarukan yang hanya bisa dimanfaatkan langsung di lokasi, bioenergi dapat disimpan dan ditransportasikan.

Dengan memanfaatkan bioenergi, akan memberikan dampak positif pada segi ketahanan energi, ekonomi dan sosial, serta lingkungan. “Dengan pemanfaatan bioenergi, akan mengurangi emisi gas rumah kaca. Dari segi ekonomi sosial, akan membantu menghasikan tenaga kerja yang besar,” tutur Edi.

Selain Edi, turut hadir sebagai pembicara pada seminar nasional tersebut Peneliti di Bidang Komposisi Atmosfir Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Ninong Komala, Kepala Bidang Pembatasan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup RI, Agus Saefudin, dan Aktivis Lingkungan Dadan Ramdan.

Seminar nasional ini digelar sebagai bagian dari rangkaian acara Chemistry Fun Days 2014 yang digelar mulai hari ini hingga Minggu (25/05) mendatang. Ditemui di sela-sela acara, Ketua Pelaksana Chemistry Fun Days 2014, Faizky Ramadhan mengungkapkan bahwa selain seminar, juga digelar lomba cerdas tangkas kimia dan lomba karya tulis ilmiah yang diikuti oleh siswa SMA dari Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta, serta lomba fotografi yang diikuti oleh peserta umum.*
Sumber  : http://www.unpad.ac.id/2014/05/bioenergi-berdampak-positif-pada-ketahanan-energi-ekonomi-sosial-dan-lingkungan/

UHF RFID, Teknologi Perpakiran Baru Temuan FT UNS

Tim ICT (Information and Communication Technology) Center FT UNS mengabarkan temuan yang cukup menggembirakan khususnya untuk sistem perparkiran. Teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dengan signal Ultra High Frequency (UHF) merupakan temuan baru yang digunakan dalam sistem perparkiran. Mekanisme teknologi ini, setiap pengendara yang masuk akan mendekatkan kartu member miliknya ke mesin pembaca, setelah itu pintu gerbang terbuka. “Sistem perparkiran yang ada di Fakultas Teknik ini merupakan prototype yang nantinya akan diimplementasikan di universitas. Perbedaan mendasar dari perpakiran pada umumnya, kita menggunakan frekuensi radio untuk mendekteksi member yang akan masuk ke dalam parkir,” jelas Yusuf Priyandari , Kepala ICT Center FT UNS.

Sistem parkir baru ini mendukung UNS menjadi green campus karena mereduksi pemakain kertas parkir. Menurut Yusuf dari hasil pengamatannya, kertas yang digunakan untuk kertas parkir setiap bulannya cukup besar. Selain itu sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan kampus karena hanya orang yang memiliki kartu member saja yang bisa masuk. Sedang tamu akan diberi kartu di gerbang masuk dan mengembalikan kartu saat hendak keluar. Sistem ini memungkinkan pihak kampus mengetahui berapa jumlah kendaraan yang masuk lingkungan UNS. Kedepannya, dengan penghitungan volume kendaraan yang masuk, kampus bisa memprediksi luas lahan parkir yang dibutuhkan UNS di masa yang akan datang. Teknologi UHF RFID ini rupanya tidak hanya digunakan untuk sistem perparkiran. Yusuf menjelaskan dengan teknologi ini bisa digunakan saat presensi kehadiran di seminar-seminar. “Dengan mendekatkan kartu, mesin dapat membaca berapa peserta yang datang dalam waktu yang singkat,” ujar Yusuf. Kedepannya, tim berharap bisa mengembangkan mesin pembaca yang mampu mengidentifikasi dari sudut 360 derajad sehingga lebih efisien. Sistem UHF RFID ini siap diluncurkan dalam waktu dekat.
 
 
Sumber :
http://uns.ac.id/id/uns-update/uhf-rfid-teknologi-perparkiran-baru-temuan-ft-uns.html

Selasa, 20 Mei 2014

Ini Dia 25 Peraih Nilai UN SMA Tertinggi Bidang IPA dan IPS


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengumumkan siswa-siswi SMU peraih nilai Ujian Nasional (UN) tertinggi. Ini dia 25 besar peraih nilai UN tertinggi di bidang IPA dan IPS.

"Jadi ini ada peringkat satu sampai dua puluh lima dari tingkat SMA yang IPA dan IPS se-Indonesia. Nah yang nilai ini, itu nilai murni UN, jadi ditotal 6 pelajaran jadinya segitu" ujar Mendikbud M Nuh di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (19/5/2014).

"Kita bisa lihat wilayahnya merata dan jangan dibilang kalau di luar Jakarta nilainya jelek-jelek. Nyatanya mereka juga bisa masuk ke peringkat ini," imbuh dia.

Berikut peringkatnya:

SMA IPA

1. Ryan Aditya Moniaga 58.05 DKI SMA KANISIUS
2. Annisa Azalia Herwandani 57.65 JABAR SMA NEGERI 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG
3. Hashina Zulfa 57.65 DIY SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
4. Sulistia Fitriaty 57.45 DKI SMA NEGERI 39
5. Fenita Adina Santoso 57.35 JATENG SMA NEGERI 1 PEKALONGAN
6. Felix Utama 57.30 DKI SMA KRISTEN 1 BPK PENABUR
7. A Istri Citra Larasati 57.25 BALI SMA NEGERI 1 DENPASAR
8. Alief Moulana 57.20 JABAR SMA PRIBADI, KOTA BANDUNG
9. Fitra Febrina 57.20 SUMUT SMA NEGERI 1 MEDAN
10. Ranisa Larasati 57.05 JABAR SMA NEGERI 2 BANDUNG, KOTA BANDUNG
11. Christine 56.95 SUMUT SMA SWASTA DJUWITA MEDAN
12. Santi Rahayu 56.90 DKI SMA KRISTEN 1 BPK PENABUR
13. I Kadek Dwi Putra Diatmika 56.90 BALI SMA NEGERI 1 DENPASAR
14. Dominicus Untariady 56.85 BANTEN SMA SANTA LAURENSIA
15. Samodero Mahardika Patria 56.80 DKI SMA NEGERI 78
16. Kresna Aditya Raharja 56.80 JATENG SMA KARANGTURI
17. Sri Wulan Astuti 56.80 SUMUT SMA NEGERI 2 MEDAN
18. Eveline Yuniarti 56.80 BANTEN SMA SANTA URSULA BSD
19. Gerhard Arya Wardana 56.70 DKI SMA KANISIUS
20. Ricky Gunawan 56.65 DKI SMA KRISTEN IPEKA SUNTER
21. David Tangi 56.65 SUMUT SMA SWASTA SUTOMO 1 MEDAN
22. Muhammad Fahmi Gozal H 56.65 BANTEN MA NEGERI INSAN CENDEKIA SERPONG
23. Muhammad Arif Hidayat 56.60 JABAR SMA PESANTREN UNGGUL AL BAYAN, KABUPATEN SUKABUMI
24. Dewi Sartika 56.60 SUMUT SMA SWASTA SUTOMO 2 MEDAN
25 Grace Mananda Hutabarat 56.60 BANTEN SMA KRISTEN PENABUR GADING SERPONG


SMA IPS:

1. Nur Afifah Widyaningrum 55.85 DIY SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
2. Rikko Sajjad Nuir 55.70 DIY SMA NEGERI 8 YOGYAKARTA
3. Afdhal Nur Muhammad Daulay 55.50 SUMUT SMA NEGERI 1 MATAULI PANDAN
4. Fauzan Alfiansyah Hasibuan 55.40 SUMUT SMA NEGERI 1 MATAULI PANDAN
5. Clara Feliciani Sesiawan 55.35 BANTEN SMA SANTA URSULA BSD
6. Utami Ratnasari 55.25 BALI SMA NEGERI 4 DENPASAR
7. Aprillia Dwi Harjanti 55.05 JATENG SMA NEGERI 1 KUDUS
8. Dinda Dea Pramaputri 54.95 DKI SMA NEGERI 70
9. Margaretha Silia Kurnia Herin 54.95 JABAR SMA NEGERI 1 DEPOK
10. Naruti Afifah 54.95 JATENG SMA NEGERI 3 SURAKARTA
11. Hillary Johnson 54.95 BANTEN SMA SANTA URSULA BSD
12. Nala Mazia 54.90 JATENG SMA NEGERI 1 MAGELANG
13. Elisabet 54.85 JABAR SMA KRISTEN 3 BINA BAKTI
14. Hendra Ripin 54.80 SUMUT SMA SWASTA PANGLIMA POLEM RANTAU PRAPAT
15. Muhammad Faizal Pradhana Putra Masemi 54.75 DKI SMA NEGERI 39
16. Anindita Nur Annisa 54.70 DKI SMA NEGERI 28
17. Sofi Nabila 54.70 DIY SMA NEGERI 3 YOGYAKARTA
18. Assyifa Szami Ilman 54.65 DKI SMA ISLAM AL-AZHAR 1
19. Ahmad Zaky Darmawan 54.60 BANTEN MA NEGERI INSAN CENDEKIA SERPONG
20. Michelle Siaril 54.55 DKI SMA KRISTEN IPEKA PURI INDAH
21. Claudia Juliana 54.55 JABAR SMA KRISTEN 1 BPK PENABUR, KOTA BANDUNG
22. Indah Rizfa Hannanah 54.40 DKI SMA NEGERI 28
23. Rizal Bintang Rahani 54.40 DIY SMA NEGERI 1 YOGYAKARTA
24. Stanisla Kostka 54.40 BANTEN SMA KRISTEN PENABUR GADING SERPONG
25. Fathia Oktaviana Fadila 54.35 DKI SMA NEGERI 28
 
Sumber : 
http://news.detik.com/read/2014/05/19/134114/2585863/10/ini-dia-25-peraih-nilai-un-sma-tertinggi-bidang-ipa-dan-ips

Ketika Gigi Sakit, Letak Sumber Sakitnya Dimana?

Sakit Gigi (ilustrasi) - (Foto: senyumku.com)

Pertanyaan:

Assalaamu’alaikum wrwb

Pak dr. Ibnu di dakwatuna, gigi saya terasa sakit. Rasanya berdenyut – denyut. Naik turun kadang sakit kadang tidak. Sebenarnya gigi itu kan bentuknya keras, rasa sakit itu berasal dari mana ? Seperti nya ada di bawah gigi saya rasa sakit tersebut.

Saya kumur – kumur air garam, lalu rasa sakit menjadi hilang. Namun kadang – kadang timbul lagi. Mohon penjelasannya dok. Terima kasih atas keterangan dr. Ibnu

Wassalaamu’alaikum wrwb

Dicky Chandra – Duta Indah Bekasi



Jawaban:

Wa’alaikum salam wrwb

Saudara Dicky Chandra di Duta Indah Bekasi, terima kasih atas akses nya ke dakwatuna.com, semoga Allah memberikan kesembuhan hingga terbebas dari rasa sakit.

Gigi sakit bisa disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari sisa makanan yang mengendap hingga menjadi sarang bakteri, sisa akar gigi yang patah dan lain sebagainya. Namun nampaknya yang ditanyakan Saudara Dicky adalah sakit gigi berdenyut letak sakit nya pada gigi ada dimana.

Netters dakwatuna di mana pun Anda berada, asal muasal sakit gigi datang dari syaraf gigi. Isi syaraf gigi adalah pembuluh darah. Ia merupakan asupan makanan pada gigi.

Jika gigi terasa berdenyut – denyut, maka area inilah yang sakit dan ngilu. Sensasi rasa berasal sakit dari syaraf yang membengkak. Selama gigi itu sehat, maka syaraf ini pun tidak akan mengalami ngilu atau nyeri. Keberadaan syaraf gigi bisa dilihat pada foto yang ada.

Netters sekalian, kumur – kumur air garam memang bisa menghilangkan rasa sakit. Namun hal tersebut hanya sementara. Karena sesungguhnya belum mengobati penyakit itu sendiri.

Apa yang terjadi terhadap gigi saudara Dicky memang sebaiknya di konsultasi kan ke dokter. Hingga bisa di analisa secara jelas dan di rawat hingga sembuh.

Demikian penjelasan saya. Semoga ada manfaatnya.

Akhirul kalam,

Wassalaamu’alaikum wrwb

drg. Ibnu Adrian, MARS.

Kirimkan email pertanyaan ke: ibnuhana.klinikgigi@gmail.com

Sumber: 

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites