Jumat, 13 Desember 2013

Jangan Hadiri pelatihan "Public Speaking for Teacher" kalau anda tidak ingin jadi Guru yang HEBAT!






SEKARANG!!! Bukan zamannya takut berbicara di depan UMUM...

Hadirilah Pelatihan "Public Speaking for Teacher"

hari/ tanggal : Jum'at / 25 Oktober 2013
waktu : Pukul 13:00 WIB
tempat : Gd. Mini Teather LRC Lt.2 NFBS Lembang

Jadilah Guru yang "Ruarrrr Biazzzaaaaaa" yang selalu dinantikan.

Film Pembangkit Motivasi

Salah satu mahasiswa saya usul, “Pak, mbok yao bapak itu zekali-zekali cerita tentang film yang membangkitkan motivasi”. Saya tulis kata “sekali” dengan “zekali” karena membayangkan ia berasal dari Tegal… Kata dia, “Patch Adam” oleh Robin William salah satu yang bisa membangkitkan motivasi. Ceritanya tentang seorang mahasiswa kedokteran yang lebih memilih kerja sosial dan “menghibur orang sakit yang mau mati” daripada mengobati dengan obat dan jarum suntik… Robin William yang pernah didapuk sebagai orang No.1 terlucu di Amerika Serikat, memang aktor yang handal. Sejak “Good Morning Vietnam” dimana ia memerankan penyiar radio di jaman perang Vietnam, yang bisa mengubah-ubah suara, sampai dengan “Mrs. Doubtfire” yang cerita tentang seorang bapak yang sudah / terpaksa bercerai dengan isterinya karena masalah ekonomi dan rindu sama anak-anaknya sampai dibela-belain menyamar sebagai perempuan supaya bisa melamar sebagai “nanny” alias pengasuh anak-anaknya yang masih kecil…

Saya mah setuju sajah “Patch Adam” teh diasupkan ka salah satu pilm nu tiasa membangkitkan motivasi (eh, koq tiba-tiba bicara bahasa Sunda. Sebenarnya I am not really comfortable in speaking Sundanese cause several of my Sundanese friends told me that my Sundanese speaking was terrible, as if I were an angkot driver in Jalan Dago whose prefer to say “aing” rather than “abdi”. “Goreng patut”, he/she used to say about my Sundanese. The only people that I feel comfortable to speak Sundanese to is to my buddy I Wayan Paster Susenapathy, whose himself a balinese !!!).. Ok, kembali ke judul-judul film yang dapat membangkitkan motivasi.

Sebagai orang Indiana alias “Hoosiers” (from “who is here ?”), saya menempatkan film “Breaking Away” sebagai film No.1 yang dapat membangkitkan motivasi. Mungkin anda akan kesulitan cari VCD-nya di Indonesia, tapi film itu saya tonton bersama teman saya Amril Aman di Bogor Theater somewhere in 1979 dulu. Ceritanya tentang sekelompok pemuda kampung yang ingin ikut balapan sepeda “Little 500″ di kampus Indiana University at Bloomington. Merekapun belajar keras, tapi selalu dihalang-halangi oleh club balap sepeda yang sudah mapan, baik dengan cara halus maupun dengan cara kasar (seperti, ditendang ke luar jalan aspal). Akhirnya merekapun memenangkan balapan sepeda Little 500 dan mendapat prize money yang besar (catatan: Little 500 sebenarnya meledek balapan mobil Indy 500 di kota Indianapolis, 1 jam perjalanan ke arah utara dari kota Bloomington melalui highway 67)..

Film motivasi kedua tentunya “Hoosiers” yang dibintangi antara lain oleh Gene Hackman si aktor watak. Dia berperan sebagai coach basket, yang lagi-lagi, ditugasi memberi coaching bermain basket di suatu sekolah (saya lupa SMP atau SMA) kampung. Berkat tangan dinginnya, akhirnya team basket sekolahnya make it to the state final, dan akhirnya juara. Film ini secara abadi diputar terus di gedung bioskop “Indiana” yang terletak di Jalan Kirkwook persis di depan kampus Indiana (ya, mirip Jalan Syahdan lah…beeh..)..

Film motivasi No.3, bagaimana dengan “Goodwill Hunting” yang dibintangi oleh Matt Damon dan Robin William. Matt Damon berperan sebagai seorang OB (office boy) yang tugasnya nyapu dan ngepel kampus Harvard University di malam hari. Pada suatu hari, seorang professor di Mathematics Department ngadain sayembara untuk membuat proof atas sebuah theorem bidang mathematics. Siapa bisa, akan diberi hadiah yang cukup besar… Sudah seminggu, soal yang mesti di-proof belum ada yang jawab. Baik itu mahasiswa S2 atau S3, dari berbagai bangsa-bangsa pinter di dunia : Israel, China, Korea, India, tak satupun yang bisa menjawab. Sampai pada suatu pagi hari, seluruh Mathematics Department heboh karena seseorang telah memberi “proof” kepada theorem tersebut. Penasaran, si professor yang memberi soal (tapi juga artinya, dia sendiri nggak tahu jawabannya) ngintip, eh..ternyata yang bisa menyelesaikan proof itu adalah si OB. Di sini Robin William berperan sebagai psikiater yang membimbing si OB..

Film motivasi No.4, bagaimana dengan “A Beautiful Mind” yang dibintangi antara lain oleh Russell Crowe yang berperan sebagai Dr. John Nash (?) yang ngajar di Department of Physics, Yale University. Wow…universitas Bill Clinton, Hillary Rodham Clinton, dan George Bush Sr serta George W. Bush ! Sejak awal sebagai dosen yang jenius, John Nash telah menderita schizoprenia sejenis penyakit jiwa. Yaitu, John merasa ada orang yang terus membuntutinya, mengancamnya, dan mengawasinya terus-menerus. Saya belum pernah nonton film ini sampai selesai, tapi di akhir film semua professor di Yale merasa respect kepada John Nash dan di kantin universitas para professor itu memberikan pulpennya satu per satu kepada John Nash (wah…situasinya kayak “mangulosi” di adat suku Batak). Akhirnya John Nash mendapatkan hadiah Noble di bidang Physics…

Film motivasi seterusnya, silahkan cari sendiri. Pokoknya film yang membuat senang, dan membuat jiwa kita yang sudah nglokro, jadi bangkit kembali… Ini daftar saya : “A League of Their Own” dibintangi Madonna, Geena Davis dan Sean Penn, “Dead Poet Society” dibintangi oleh Robin William, “Against All Odds” dibintangi oleh bintang film berambut pirang cantik, siapa ya ? (Jessica Lange ?), dan banyak lagi film-film music yang bisa membangkitkan motivasi misalnya “Sister Act” yang dibintangi Whoopy Goldberg…

Hasil Komentar :

The Pursuit of Happyness (2006) yang diperankan aktor will smith, ada seorang blogger yang sudah meresensi filmnya. Kisah sebuah keluarga yang berjuang mempertahankan hidup mereka di kota… banyak cobaan yang mesti dilalui mereka, tapi memang bener ini film bikin saya merinding disko (terharu lo, bukan merinding ketakutan)..
please check this out:


Film “Man of Honor” dibintangi oleh Robert De Niro dan Cuba Gooding Jr, soundtracknya juga bagus, judulnya “Win” dinyanyikan oleh Brian Mc Knight. Nonton atau denger lagunya, sama-sama keren…!

“Ultimate Gift” sama “The Kite Runner”. Ultimate Gift tentang kakek (milyader) yang mau ngasih warisan yang buanyak banget ke cucunya, tapi dia ga mau sembarang ngasih, dia mau cucunya itu jadi orang “bener” dulu nah di sini yang seru gmn cerita seorang cucu nya yang tengil, antipati sosial, biasa hidup “wah” bisa berubah 180 derajat,,, dijamin seru, bikin terharu dan tentunya me-motivasi:D

Kalo the kite runner tentang bocah-bocah afghanistan sebelum pecah perang, intinya tentang kakak beradik yang ga tau klo mereka sodara (dirahasiain Bapaknya) akhirya mereka berpisah, dan perang pecah, yang satu tetap di afghan, dan yg satu ngungsi ke Amerika, setelah gede yg di afghan meninggal karena perang, kemudian yg di Amrik di kabarin bahwa sodaranya yang meninggal masih punya anak yang hidup di afghanistan dan entah dimana, lalu yang hidup itu mencari ke afghanistan walaupun dia tau nyawa taruhannya karena dia merasa sangat berhutang budi ke sodaranya yang telah meninggal itu, karena semasa kecil dia selalu dilindungi sodara nya, memotivasi kita untuk lebih syg sama sodara sendiri (buat yang sering berantem )

The_Billionaire , the children of heaven, cinderella man, biutuful mind, 127.Hours, afrika united, forrest.gump, the pursuit of happyness, The Shawshank, life is beautiful, freedom whrite, million.dolar.baby, i not stupid, Gifted Hand, men of honor, little miss sunshine, the blind side, The.Greatest.Game.Ever.Played

taree jamaan, pay it forward, english vinglish, pacth adam
Bagaimana dengan anda ? Apa film yang bisa membangkitkan motivasi anda ? Cerita dong…

In Sya’a Allah, Bukan Insya Allah



Hal yang hendaknya disyukuri, banyak sekali ungkapan Islam yang sudah menjadi budaya dalam ucapan dan perbuatan umat Islam Indonesia. Di antara ungkapan yang sudah lumrah adalah kata “in sya’a Allah”.

Ungkapan ini terdiri 3 kata: in, sya’a, dan Allah. In artinya jika, dan sya’a artinya berkehendak. Sehingga maksudnya adalah untuk menggantungkan rencana, bahwa rencana melakukan sesuatu hanya akan terlaksana jika sesuai dengan kehendak Allah swt. Hal yang sama juga terkandung dalam ungkapan bi idznillah yang artinya “jika Allah swt. menghendakinya”, bukan “jika Allah swt. membolehkannya, mengijinkannya,” karena boleh-tidaknya sesuatu sudah jelas dalam hukum Islam, bukan sesuatu yang misterius.

Pengucapan kata In sya’a Allah di masyarakat Indonesia tidaklah perlu dipermasalahkan. Yang dipermasalahkan adalah cara menulisnya. Yang sudah lumrah, cara menulis kata ini adalah Insya Allah. Kata insya berbeda maknanya dengan In sya’a. Kata Insya berasal dari kata ansya’a – yunsyi’u – insya’an, yang artinya membuat, mendirikan, membangun, dan sejenisnya. Makna-makna tersebut tidaklah layak jika Allah swt. menjadi objeknya.

Beriman dengan Takdir
Kalau demikian, ungkapan in sya’a Allah mengandung nilai keimanan yang sangat besar. Yaitu sebuah pengakuan bahwa pengetahuan dan kemampuan kita sangat terbatas. Kita tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Tahun depan, bulan depan, pekan depan, besok, nanti sore, atau bahkan sedetik setelah ini, adalah hal yang ghaib bagi kita. Sedangkan pengetahuan Allah swt. meliputi segala sesuatu; baik yang sudah, sedang, akan, bahkan yang tidak akan pernah terjadi; kalau terjadi bagaimana kejadiannya.

Dalam sebuah ayat, Allah swt. berfirman: “Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi,’ tanpa (dengan menyebut), ‘Insya-Allah.’” [Al-Kahfi: 23].

Segala sesuatu dalam kehidupan terjadi karena Allah swt. menghendakinya, dan segala yang Allah swt. kehendaki pasti akan terjadi. Demikianlah, kehendak Allah swt. melingkupi segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang terlepas dari kehendak-Nya.

Oleh karena itu, Allah swt. murka kepada orang yang memastikan sesuatu tanpa menggantungkan niatan itu kepada kehendak Allah swt. “Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari, dan mereka tidak mengucapkan: “Insyaa Allah”, lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.” [Al-Qalam: 17-19].

Walaupun demikian, mengucapkan In sya’a Allah ketika berdoa tidak dianjurkan. Yang dianjurkan dalam berdoa adalah kata Amin. Masing-masing sudah ada ketentuannya. Dalam berdoa, hendaknya kita membulatkan harapan dan permohonan, tidak menggantungkannya kepada kehendak Allah swt.

Berbohong yang Islami?

Islam selalu mengajarkan kebaikan kepada pemeluknya. Namun tak jarang pemeluknya sendiri yang membuat kebaikan-kebaikan itu terlihat buruk. Sebagian orang mempunyai persepsi bahwa kalau dikatakan In sya’a Allah, berarti janji yang diucapkan tidak akan dipenuhi; atau minimal terdapat keragu-raguan dalam melaksanakannya. Tapi karena malu, atau tidak enak, maka keluarlah kata In sya’a Allah. Sehingga tidaklah perlu berharap terwujudnya janji yang diimbuhi dengan kata In sya’a Allah ini.

Seorang muslim tidaklah layak melakukan hal seperti itu. Hendaknya kata In sya’a Allah diucapkannya ketika sudah yakin akan melakukannya. Sudah tidak ada keraguan atau bahkan ada niatan untuk tidak memenuhinya. Tapi karena beriman kepada Allah swt., dia pun menggantungkan janjinya tersebut kepada kehendak Allah swt. Bila tidak terpenuhi, bukan karena unsur kesengajaan darinya. Tapi karena kehendak Allah swt. lah yang menghalanginya.

Seorang muslim akan jujur menyampaikan alasan bila memang dari awal sudah ada ketidak-siapan dalam melakukan sesuatu. Kejujuran ini, jika disampaikan dengan baik, akan mudah diterima dan dimaklumi. Karena berbohong dan ingkar janji adalah sifat orang munafik. Walaupun orang munafik berbuat yang lebih parah lagi. Mereka tidak hanya mengucapkan In sya’a Allah, tapi juga bersumpah untuk melakukannya. Banyaknya sumpah yang mereka ucapkan hanya memperjelas kebohongan mereka. Tidak mustahil, seorang muslim akan terjerumus hal sedemikian bila tetap nyaman dengan kesalahannya.

Setelah yakin akan memenuhi janji, namun ternyata Allah swt. berkehendak lain, yang terucap di lisan seorang pun hendaknya adalah “ALLAH SWT. MENGHENDAKI TIDAK TERJADI,” dia tidak mengatakan “ALLAH SWT. TIDAK MENGHENDAKI TERJADI.” Memang terlihat sederhana. Tapi kalau ditelusuri secara bahasa, hal itu mempunyai efek akidah yang sangat besar. Mengapa? Karena seorang muslim harus beriman bahwa Allah swt. Maha Berkehendak. Keimanan tersebut meniscayakannya untuk selalu mengatakan ALLAH SWT. MENGHENDAKI… bukan ALLAH SWT. TIDAK MENGHENDAKI…

MISTERI SEBUAH UMUR

Umur manusia adalah perkara ghaib dan merupakan rahasia Allah Ta'ala. Tak seorangpun tahu berapa panjang usia yang dijatahkan untuknya Usia umat Rasulullah Shallallahu'alahi Wassalam tidaklah sepanjang usia umat-umat terdahulu. Dalam sebuah hadist disebutkan, usia mereka umumnya antara 60 sampai 70 tahun.

Rasulullah Shallallahu'alaihi Wassalam pernah mengadukan pendeknya usia umat beliau itu kepada Allah Ta'ala. Dengan penuh kasih, Allah Ta'ala menjelaskan, meski usia umat Islam lebih pendek dari umat lain, Allah Ta'ala telah menganugrahkan banyak keutamaan. Diantaranya Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih dari seribu bulan.

Masa muda dan masa dewasa merupakan fase terpenting dalam kehidupan manusia. Mengenai pentingnya masa muda, seorang bijak mengatakan, "Jika engkau tak bisa meraih kemuliaan di hari mudamu, tak akan mulia hidupnya sampai tua".

Yang sangat penting diingat, setiap orang akan diminta pertanggungjawaban tengtang umur yang dianugrahkan kepadanya. Rasulullah Shallallahu'alaihi wassalam bersabda, "Tak akan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara, yaitu tentang umurnya, dihabiskan untuk apa; tentang masa mudanya, dipergunakan untuk apa;tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan; dan tentang ilmunya, apakah sudah diamalkan". (HR At-Tarmidzi)

Apakah kita tidak sadar kalau maut itu selalu mengintai kita tiap saat? Maut tidak pernah pilih kasih kepada siapa saja ia mesti datang. Tidak peduli ia sehat atau sakit tidak peduli ia seorang anak pemuda atau orang tua kalau sudah datang ajalnya pasti maut akan menjemput tanpa permisi lagi. Karena itulah mari kita jadikan sisa umur kita lbh berarti. Kita jadikan sisa nafas kita ini bermanfaat bagi akhirat kita.Kita bersyukur kepada Allah krn sampai saat ini kita masih diberikan ni’mat umur kita sangat berterima-kasih kepada Allah krn sampai detik ini kita masih bisa menghirup udara kehidupan.

Namun pernahkah kita berfikir berapa persenkah dari umur kita yg bernilai dan berharga? Pernahkah kita merenung berapa persen dari usia kita yg telah kita siapkan utk akhirat kita? Maka seorang muslim akan kembali menengok kepada tujuan asasi diciptakannya manusia. Ia akan menuju kepada orientasi hidup sebenarnya yaitu ibadah kepada Allah ? Subhanallah
Semoga Allah senantiasa memberkahi sisa umur kita sahabat
Aamiin

sumber :http://hyranoapakahbarmu.blogspot.com/2013/02/misteri-sebuah-umur.html

Keutamaan Shaum Arafah


“Rasulullah saw. ditanya tentang shaum hari Arafah, beliau menjawab, ‘Dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan yang tersisa,” (HR. Muslim).
Abu Hurairah ra. berkata; “Rasulullah saw. melarang shaum Arafah bagi mereka yang sedang berada di Arafah (sedang haji),” (HR. Abu Daud dan An-Nasai).
Shaum Arafah adalah shaum yang dilaksanakan pada tanggal sembilan Dzulhijjah. Disebut shaum Arafah karena orang-orang yang melaksanakan ibadah haji sedang melaksanakan puncak ibadah haji yaitu wukuf di Arafah.
Shaum sunah merupakan sarana pendekatan diri kepada Allah swt. Ada beberapa shaum sunah yang dicontohkan Rasulullah yaitu: shaum senin-kamis, shaum enam hari pada bulan Syawal, shaum 9-10 Muharram, shaum daud, shaum pada bulan sya’ban, shaum tiga hari setiap bulan hijriah dan shaum Arafah.
Banyak manfaat dari shaum. Saat seseorang shaum, tentunya pola makan mengalami perubahan dibandingkan hari-hari biasa. Hasilnya banyak perubahan terjadi pada tubuh. Mulai dari sistem pencernaan hingga otak.
Selama shaum ada pelepasan hormon yang mengganggu cara tubuh dalam perubahan makanan menjadi energi, maka mengakibatkan jumlah mitokondria dalam neuron otak (yang memberitahu sinyal lapar) akan meningkat.
Uniknya, shaum ternyata memberi beberapa manfaat misterius untuk otak. Sebuah studi yang dilakukan National Institute on Aging menunjukkan bahwa pengurangan selang waktu makanan dapat melindungi otak dari penyakit, seperti Alzheimer dan Parkinson.
Peneliti menjelaskan, pembatasan diet dapat merangsang produksi neuron baru dari sel induk (neurogenesis) dan dapat meningkatkan plastisitas sinaptik yang dapat meningkatkan kemampuan otak untuk melawan penuaan dan memulihkan cedera fungsi lanjutan.
Oleh karena itu, meningkatkan interval waktu antara waktu makan dapat bermanfaat bagi otak, bahkan ketika jumlah makanan meningkat dan tak ada penurunan asupan kalori.
Di sisi lain, tingkat gula darah yang rendah selama shaum dapat mengunci otak ke dalam tahapan tidur nyenyak. Shaum meningkatkan kualitas dan mengintensifkan kedalaman tidur. Hal ini akan berdampak baik karena proses perbaikan tubuh dan otak terjadi selama tidur.

sumber :http://syaamilquran.com/keutamaan-shaum-arafah.html

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites