Jumat, 10 Januari 2014

Anis Matta: Melodi Paling Harmoni itu Bernama Ayah




Jadwal padat rupanya tidak menghalangi Anis Matta untuk bercengkrama bersama keluarga. Di tengah kesibukannya sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis masih menemani anak-anaknya mengisi liburan. Kamis (26/12), Anis menonton film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck bersama tiga putranya, yaitu Ajem, Ayman, dan Oid.

Masa remaja merupakan transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Ini masa saat seseorang mulai belajar mencari jati diri. Saat seperti ini, penting bagi orang tua untuk mendampingi anak-anaknya.

“Kuncinya ada pada kemauan untuk meluangkan waktu. Kalau tidak menyengajakan diri meluangkan waktu, tidak akan sempat. Mereka ini sedang galau, ya, kita temanilah,” kata Anis, sambil tersenyum meledek Ajem.

Anis yang pada awal masa reformasi rajin menulis Kolom Ayah di Majalah UMMI – yang kemudian terbit sebagai buku Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga, mengaku tidak pernah merasa sempurna sebagai seorang ayah.

“Tidak, saya tidak pernah merasa sempurna. Tapi saya percaya pada proses menuju ke sana. Itulah yang saya lakukan. Saya berusaha bergerak secara konstan menuju titik kesempurnaan itu,” jelas ayah 10 orang anak ini.

Menurut Anis, peran sebagai ayah merupakan amanah besar, sekaligus karunia besar. Banyak hal yang harus dilakukan untuk membuat seseorang layak menjalani peran itu. Tapi juga akan banyak kesenangan-kesenangan yang menghampiri ketika menjalani peran itu dengan baik.

“Peran sebagai ayah membuat seseorang belajar tentang makna pertanggungjawaban yang hakiki. Peran ini juga akan menyuguhkan melodi paling harmoni bagi orang yang menjalani peran tersebut. Peran ini memberi kita begitu banyak hal. Lalu segala sesuatu yang kita dapatkan itu membuat kita sanggup memberi lebih banyak lagi. Ini seperti rantai kebaikan yang tak pernah putus,” pungkas Anis. (DLS/MFS)

*http://www.anismatta.net/2013/12/31/melodi-paling-harmoni-itu-bernama-ayah/

Mengendalikan Diri



Seekor ular masuk ke dalam tempat kerja seorang tukang kayu, setelah ia kian kemari mencari mangsa di sore hari.

Sudah menjadi kebiasaan tukang kayu itu meninggalkan sebagian alat-alat kerjanya di atas sebuah meja. Di antaranya ada sebuah gergaji.

Di tengah-tengah pencariannya ke sana sini, tubuhnya lewat di atas sebuah gergaji. Hal itu membuat kulitnya sedikit terluka. Ular itu jadi kesal. Sebagai bentuk balasan ia dengan segera mematuk gergaji dengan kuat. Dia berusaha menggigitnya. Perbuatan itu justru membuat darah mengalir dari mulutnya.

Ular itu tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Dia berkeyakinan gergaji itu menyerangnya. Dia merasa bahwa dirinya pasti mati. Tapi ia tidak ingin mati begitu saja. Harus ada perlawanan akhir yang mengerahkan seluruh kemampuan. Tidak boleh menyerah begitu saja.

Lalu ia melilit gergaji itu sekuat-kuatnya. Dia berusaha melumat gergaji dengan kekuatan badannya.

Ketika tukang kayu bangun di pagi hari ia melihat gergajinya. Dan di sampingnya ada ular yang sudah mati. Tidak ada penyebabnya selain marah dan emosinya.

Pelajaran:

Kadang-kadang di saat marah, kita berusaha untuk melukai perasaan orang lain. Setelah semua berlalu dan kesempatan telah tiada kita baru tahu bahwa yang kita lukai sebenarnya diri kita sendiri.

Oleh karena itu, kemarahan itu adalah setan yang menguasai akal kita. Dia mengendalikan perasaan kita yang membuat perkataan dan perbuatan kita bagaikan orang tak waras. Hingga kita tidak menyadari apa yang kita ucapkan dan lakukan ketika marah.

Sudah sepantasnya kita ikuti tuntunan Rasulullah di saat marah. Kita ucapkan istighfar, kemudian kita merubah posisi supaya bisa mengendalikan emosi. Kalau perlu pergi berwudhu' mendinginkan anggota tubuh dan perasaan. Kalau belum juga teredam, shalat sunat dua rakaat dan baca al Qur'an serta tadabburi.

Bila cara seperti itu belum juga bisa membendung kemarahan, waspadailah kalau-kalau kita bukan kesetanan lagi. Tapi sudah berubah menjadi setan sebenarnya. Karena setan justru marah bila dibacakan ayat al Qur'an.

Di awal rasa marah itu muncul seseorang harus mengendalikan dirinya. Kalau tidak, ia akan kehilangan kewarasan hingga akhirnya tidak mampu menguasai diri.

Betapa banyak rasa marah sesaat yang mengakibat penyesalan seumur hidup. Bahkan penyesalan sampai ke akhirat.

Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari rasa marah yang mengalahkan kemampuan akal untuk menguasai diri. Lebih penting dari itu, semoga Allah menyelamatkan kita dari segala yang menyebabkan kemarahan.

*Oleh Zulfi Akmal

Kamis, 09 Januari 2014

Ini Namanya PRIMUS (Pria Idaman Muslimah)

Ilustrasi (inet)


“Yuppp….” baru saja kutemukan foto wedding my sister ketika kubongkar folder foto dalam lappy ku. Hmmm sejenak otakku berpikir pasangan ideal nice family. Ya kakak sulungku yang baru menikah satu tahun lalu emang jadi rujukan penting bagi pasangan yang udah pada ngebet mau married. Intinya kalau pingin nikah yang dapet berkah selangit dari Allah ya kudu pakai rujukan kakakku ini. Hmmm…nada sinisku mulai muncul kalau mikirin yang ginian. Omelanku agak sedikit tidak terkontrol kalau udah ngebahas nikahan, kriteria pasangan ideal atau bahasan lain yang ngejurus ke situ.

Malam ini putaran musik Kitaro dari lappy kesayanganku menemaniku menghabisi puluhan jurnal-jurnal. Melihat kumpulan jurnal dalam folder skripsi membuat sedikit software kepalaku panas. Perlahan kubuka-buka folder dataku.
Kata sahabat deketku “jadi cewek itu yang rada alus donk ukhty…penting juga ngurusin masalah gituan”.
Hwaaa….mulutku udah monyong nambah 7 cm kalau ngebahas gituan atau nyengir kuda yang jadi ekspresi tersopanku kalau ngadepin bahasan gituan.
***
Pernah suatu malem di kamar kostan temenku yang lagi pada heboh nonton konser Maher Zain, semua pada sibuk ngebahas penyanyi muda yang ngetop banget itu. Kata mereka ini pria idaman gua banget. Aku yang terlanjur terjebak di dalamnya cuma bisa jadi terdiam di sudut kamar sambil nahan-nahan perut gua yang mual pingin muntah dengernya. Gimana enggak pingin muntah dengernya..?? Yang dibahas hal gak penting kayak gituan. Lagian gua heran banget sama cewek-cewek model temen gua yang jelas-jelas bukan tindakan orang cerdas. Mikirin orang yang mustahil bakal kenal dan mikirin kita. It’s so stupid idea
Pokoknya aku jenis wanita yang rada aneh bagi temen-temen seumurku dan temen-temen deketku. Sikap ramah tamah dan kelembutanku bisa ilang sekejap mata kalau nyentil-nyentil masalah gituan dan bisa berubah jadi monster nyeremin kayak di film Hulk.
Udah puluhan kayaknya orang yang ngomong kata-kata yang bisa kuhapal.
“De…jangan terlalu anti ngomongin itu, ntar kamu jadi senjata makan tuan lho…”
Dan setiap ada yang mengucapkan itu…spontan aku berdoa sama Allah biar itu tidak terjadi. Ditambah ekspresi khasku nyengir kuda sambil ngeloyor pergi.
***
Ada lagi episode menjengkelkan bersama temen-temen sekelas di kampus. Waktu itu lagi presentasi dan diskusi matakuliah yang lumayan santai. Jadi suasana santai itu juga yang ngebuat kami yang kebetulan duduk di kelompok bagian belakang rada meleng gak merhatiin. Tiba-tiba aja si Restu temenku yang juga anak Rohis nyeletuk spontan.
“De…kak Amel itu tinggal di kostanmu juga ya…?”
“What..????” jawabku dengan nada spontan.
Fellingku langsung jalan berimajinasi ke mana-mana. Dibarengi dengan omelan khasku yang udah dihafal banget sama temen-temenku.
“Eh restu ngapain nanya-nanya gituan. Pasti elu suka kan sama kak amel, akhwat yang alus, baik and lembut itu. Ehhh jangan ngarep deh…lurusin aja pikiran kalian, emang laki-laki itu sama banget pikirannya langsung melotot kalau ngeliat akhwat yang beningan dikit”. Tahu nggak kalian berpikiran gitu juga udah minus 1 tau..???
Emang ngaji pekanannya udah lancar? Udah mantep banget shalat malamnya??Pakai sempet-sempetnya mikirin gituan.
“Huhhhh jangan-jangan elu juga kan Dit, San Ded???”…. spontan omelanku nyembur ke mana-mana sampai kena ke Adit, Sandi, sama Dedi yang kebetulan juga temen-temen di Rohis.
Restu yang udah tau banget karakterku langsung geleng-geleng.
“Ampun deh de…orang nanya doang kok, itu juga karena sering liat kak Amel jalan deket kostanmu”.
“Lagian juga kamu thu de…ketua keputrian kok nggak ada alus-alusnya, aneh ngeliatnya”
. Aku yang denger jadi gak mau kalah juga.
“Huhhhh itukan karena gua tau kalian itu model laki-laki yang kebanyakan suka akhwat lembut-lembut, makanya karena kalian suka model gituan ogah deh aku jadi yang gituan juga…”

Akhirnya diskusi matakuliah yang pertamanya tenang-tenang jadi agak ribut di barisan belakang. Sampai ngebuat dosen mata kuliahnya ngelirik-lirik kami.
***
Aku emang anak Rohis yang lumayan rada kejam di kampus. Suka galak setengah mati sama ikhwan-ikhwan (sebutan laki-laki anak Rohis) di kampus. Tapi aku bisa jadi super ramah banget sama adik-adik di labor atau kakak-kakak yang duduk di koridor kampus. Ada lagi….sama ibu-ibu cleaning service dan bapak photocopy di pojok kampus sama temen-temen cewekku yang centil-centil. Intinya aku cuma galak sama ikhwan-ikhwan dan pria-pria doang, terutama sama model pria yang lebay, suka tepe-tepe atau yang sok-sokan gayanya. So…all ikhwan di kampus kayaknya males banget liatnya deh.
Oh ya tingkat kegalakanku kayaknya udah sampai taraf waspada. Tapi, mbak-mbak Rohis di kampus fine aja karena emang aku sedikit punya kompetisi untuk itu. Cuma sesekali mbak fitri sama kak amel nasehati supaya lebih dihalusin dikit kalau lagi syura (rapat) atau nasehat-nasehat sejenis yang kadang kata-katanya bisa kuhapal.
Menanggapi kegalakanku ini, Arin temen sekostku yang deket banget samaku rada lebay dan panik. Kebetulan Arin yang kuliah dijurusan keguruan dan sangat feminim sering banget menggelar ceramah bebas menanggapi seputar dunia wanita shalihah katanya.
“De jangan galak-galak dong”. Meskipun aku tahu kamu itu kuliahnya kumpulan cowok-cowok bukan berarti harus jengkel sama ikhwan-ikhwan atau cowok-cowok di kampuskan…??”
Aku juga tahu kamu thu hebat, bisa ngelakuin kerjaan-kerjaan mereka atau bisa ngalahin mereka pas di kelas atau di organisasi. Tapi, tetep aja fitrahmu thu perempuan sayang. Wanita yang penuh kelembutan dan keramahan. Lagian…mana ada model ketua keputrian yang galaknya super duper kayak kamu ini.
Arin selalu menggelar ceramahnya setiap kuceritakan kejadian-kejadian yang kualami di kampus, dan setiap itu pula aku punya jawaban yang sama. Ya ampun Arin sayang aku masih shalihat lagi, buktinya semua orang di kampus fine aja sama aku. Temen di kelas, pak buyung photocopy, ibu-ibu tukang sapu sampai bu Janet dosen killerku juga fine samaku. Mereka aja yang sering bersikap lebay dan ngebuat aku kurang control.
Lagian kamu juga Rin…. jadi akhwat juga jangan nurut-nurut banget sama siapa itu ketuamu??? Oh ya Juna yang sering banget nyuruhinmu buat ini itu. Emang kamu pembantunya, padahal mu kan partnernya. Lagi-lagi alasan-alasan yang kukeluarkan Cuma buat Arin geleng-geleng kepala.
Kalau sudah gitu Arin bakalan ngeluarin statement andalannya. Jangan benci-benci sama mereka, barangkali jodoh…kan ada haditsnya. “Lagian jangan benci banget sama cowok sayang…ntar suamimu juga cowokkan de…”.
Sssttt….kalau sudah tahap itu Arin bakal ninggalin aku yang terduduk.
***
Suami??? Pria idaman??? Rasanya aku males banget ngomonginnya. Tapi, galak-galak gini aku juga masih normal untuk urusan gituan. Dan aku selalu berikrar dalam hati, gak usah ngomongin pria idaman kalau urusan ibadah dan kompetisi kita untuk ke sana aja masih kurang. Yupp itu juga jadi salah satu reasonku yang kuat buat membenci hal-hal yang menyangkut pernikahan dan perangkatnya.
Pria idaman di kampus emang ada??? Yang model gimana ya???….pertanyaan-pertanyaan konyol ini dengan mudah aku jawab. Carinya jangan di kampus dong…emang iya model-model ikhwan kampus gini cocok jadi pria idaman. Sikapku suka sinis, kalau liat akhwat-akhwat keganjenan alias suka mesem-mesem atau salting-salting kalau ngeliat ikhwan kampus yang rada hebatan dikit.
Emang iya model ikhwan yang nunduk-nunduk hampir nabrak pagar gitu yang jadi idola??Atau model ikhwan gaul yang suka ketawa-ketiwi di sekre pas rapat??Atau model ikhwan jenius yang sibuk naikin IPK doang. Huhhh…semuanya gak banget dan bukan kriteria aku banget. Jadi akhwat juga harus cerdas dong sob…jangan cuma nerima-nerima aja kalau dilamar ikhwan kan??? Kita juga berhak memilih. Tapi, untuk begitu kita juga mesti menyiapkan kualitas terbaik kita supaya layak dan pantas dapat yang terbaik. Aamiin…
Oh ya…biar gua manis pinter gini tapi selera gua juga gak mau asal-asalan dong. Kriteria utama itu dinilai dari karakternya bukan dari covernya aja yang berlabel ikhwan. Tapi mesti syumul alias menyeluruh. Label ikhwan itu Cuma hiasan atau bukan patokan utama. Jadi, yang terpenting itu adalah pria yang cerdas, punya semangat belajar tinggi, jadi kalaupun sekarang ilmunya masih standar tapi kalau rajin belajar bakalan ngalahin ustadz-ustadz keren yang nongol di TV itu. Eh ada lagi…model pria banyak bicara itu kurang baik sob, mengindikasikan pria gombal alias tukang tipu. So…hati-hati dengan yang model gituan, pastikan kalian aman dari incaran mereka.
Dan….kriteria khususnya mesti pria yang sayang keluargamu, tidak pelit, dan berat tangan alias tidak ringan tangan. Terakhir…cari juga pria yang mau bantu moril dan materil untuk terus melanjutkan pendidikan kalian. Dengan alasan jangan jadikan kehidupan berumah tangga kalian menjadi akhir karier dan belajar kalian, tapi pastikan dengan siapnya kamu berkeluarga menjadi ajang kamu mengembangkan potensi dirimu untuk beribadah dan beramal.
And the finally…galak boleh kalau punya reason yang jelas untuk saat sekarang, sebagai proteksi diri kamu-kamu biar terlindungi dari virus-virus maksiat yang siap mengincarmu setiap saat. Soooo….lembut dengan ketaatan dan bersemi dengan ketegasan….
Untukmu muslimah cerdas yang gemar menambah ilmu untuk beramal. ^_*


Penulis :  Iis Darmayanti





Antara Anak Krakatau dan "Anak Samalas"




KOMPAS.com — Anak selalu memiliki kesamaan karakteristik dengan ibunya. Namun, bagaimana dengan anak gunung? Apakah selalu demikian?

Bila bicara tentang Anak Krakatau, Surono, mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMGB), mengungkapkan bahwa anak dari gunung yang pernah meletus dahsyat tahun 1883 tersebut memiliki kesamaan karakteristik dengan ibunya.

Dari sisi kandungan magmanya, Anak Krakatau dan Krakatau sama-sama didominasi oleh silika. Kandungan silika yang besar terkait dengan letusan yang besar.

Letusan Krakatau mematikan. Akibat letusannya, dunia sempat gelap selama dua hari karena tertutup oleh abu vulkanik. Sementara letusan memicu tsunami yang tercatat menewaskan 36.000 orang.

Dengan magma yang juga kaya silika, Anak Krakatau di masa depan juga berpotensi meletus dahsyat.

Keaktifan Anak Krakatau sudah tak bisa diragukan. Gempa vulkanik akibat Anak Krakatau dalam sebulan bisa mencapai ribuan kali. Salah satu letusan Anak Krakatau terjadi pada September 2012.

Letusan itu, menurut vulkanolog Jerman, Edward Gramsch, merupakan tipe vulkanian, ditandai dengan erupsi lava pijar yang disertai lontaran abu vulkanik membubung tinggi ke angkasa.

Sementara banyak hal telah diketahui tentang Anak Krakatau, tak banyak yang terungkap dari Barujari, si "Anak Samalas". 

Gunung Samalas dahulu terletak berdekatan dengan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Diperkirakan pada tahun 1257, gunung tersebut meletus. Letusan membentuk kaldera berupa danau Segara Anak. Dari danau tersebut, Barujari alias "Anak Samalas" kini menyeruak.

Meski demikian, Surono mengatakan bahwa dalam jangka waktu dekat, Barujari tak bisa dibilang ancaman.

Salah satu yang dipakai Surono sebagai parameter untuk letusan besar adalah ukuran kantung magma. Besarnya kantung magma di antaranya bisa dilihat dari ketinggian gunung dan kecepatan pertumbuhannya.

"Anak Krakatau tumbuh cepat. Setelah Krakatau meletus tahun 1883, Anak Krakatau sudah lahir tahun 1930," kata Surono.

Anak Krakatau sudah mencapai ketinggian 305 meter. Ketinggian tersebut bisa menjadi cerminan kantung magma yang besar serta keaktifan gunung.

"Samalas kalau meletus pada abad ke-13, maka sekarang sudah 700 tahun lebih. Barujari belum sebesar Anak Krakatau. Jadi, kemungkinan kantung magmanya tidak besar," kata Surono.

Namun, Surono mengatakan, Barujari seperti halnya Anak Krakatau akan tumbuh terus. Seiring pertumbuhannya, bukan tidak mungkin Barujari bisa menjadi ancaman di masa depan. Kesimpulan Barujari tak akan menyebabkan bencana belum bisa ditarik karena banyak hal masih misteri.

"Saat ini, kita akan terus melakukan penelitian tentang Samalas dan perilakunya di masa lalu," ujar Surono.

Ia mengatakan, masa kini adalah kunci untuk memahami apa yang terjadi di masa lalu. Namun, masa kini juga yang menjadi kunci untuk memahami masa depan. "Penelitian tentang Samalas penting untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan," katanya.

Rabu, 08 Januari 2014

Zamnina, Guru PAI Unggulan Nasional yang Dermawan.

dakwatuna.com – Payakumbuh. Zamnina, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN 16 Koto Panjang Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), ditetapkan sebagai guru PAI unggulan tingkat nasional tahun 2013 oleh Kementerian Agama.

Atas keberhasilannya, Zamnina diberikan penghargaan sebesar Rp100 juta dari Kemenag, kata Zamnina di Payakumbuh, Rabu.

“Penghargaan tersebut telah masuk ke rekening saya sejak awal Januari 2014,” katanya.

Meski demikian, penghargaan berupa uang itu tidak diperuntukkan bagi kepentingan pribadinya, namun untuk kegiatan peningkatan pendidikan agama Islam di sekolah.

“Setiap kegiatan ekstra kurikuler (eskul) bernafaskan Islami di SDN 16 Koto Panjang Payobasung, dibiayai lewat dana penghargaan ini,” katanya.

Zamnina menjelaskan, proses hingga dirinya berhasil mendapatkan prestasi tersebut cukup panjang dimulai dengan mengajukan proposal tentang peningkatan mutu bahan ajaran pendidikan agama Islam.

“Setiap guru dari 33 provinsi berhak untuk mengajukan proposal ini,” kata dia.

Setelah lolos dari penilaian administrasi, peserta kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan presentasi di depan tim penilai di Jakarta pada Desember 2013.

“Alhamdulillah saya masuk nominasi yang terbaik, lima besar di Indonesia. Kelima peserta diberi reward Rp100 juta,” katanya.

Dalam tiga tahun terakhir, sejak 2011, Zamnina mengaku, cukup banyak memberikan kontribusi dalam peningkatan mutu PAI di Payakumbuh. Bersama kelompok kerja guru pendidikan agama Islam (KKG-PAI), gelar juara II nasional diraih KKG-PAI Payakumbuh.

Kemudian sepanjang 2013, selain terpilih sebagai guru PAI Unggulan ia juga terpilih sebagai instruktur nasional kurikulum PAI 2013.

Kegiatan yang dirancang KKG-PAI, saat ini di antaranya pelatihan komputer bagi guru agama, pembuatan perangkat dan model pembelajaran PAI, pembuatan buku pelajaran agama untuk kelas 1-6, penerbitan agenda shalat harian, agenda Ramadhan, Lembaran Kerja Sekolah (LKS) dan bahan ajar, serta buku akhlak dan budi pekerti. (rol/sbb/dakwatuna)



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites